Istidraj

Bismillah….

Sungguh tanpa Allah kita bukanlah siapa-siapa. Sehebat apapun, sekaya apapun, sepintar apapun, seberkuasa apapun atau seberpengaruh apapun kita. Jika Allah berkehendak sungguh sangat mudah bagi-Nya menjadikan kita lemah tak berdaya di hadapan-Nya dan dihadapan semua makhluk-Nya hanya dengan mencabut satu saja dari karunia dan nikmat yang Dia titipkan. Satu saja urat syaraf Allah sumbat atau Allah pecahkan, sudah cukup untuk mengacaukan sistem peredaran darah dalam tubuh manusia.  Atau ketika Allah cabut ketenangan hati dalam diri seseorang, niscaya itupun cukup untuk membuatnya tidak bisa menikmati apapun aktivitas yang sedang ia jalani.

Maka jangan sekali-kali kita sombong kepada Allah. Jangan pernah berpaling dari-Nya. Jangan mengabaikan seruan-Nya. Kehilangan pasangan bisa diganti. Kehilangan harta bisa dicari lagi. Kehilangan jabatan atau pekerjaan bisa dirintis kembali. Tapi jika kehilangan Allah, kita kehilangan segala-galanya. Mau kemana kita lari jika Allah tak lagi peduli?.

Diantara ciri-ciri Allah sudah tak lagi peduli adalah ketika kita terus dilimpahi kenikmatan padahal hidup dalam gelimang kemaksiatan. Perintah Allah banyak yang dilanggar tapi kehidupan rumah tangga, bisnis dan karir tetap lancar. Kalau ciri-ciri itu ditemukan dalam diri, maka hati-hati lah sebab itulah yang dinamakan istidraj.

Istidraj itu mengerikan sekali, sebab balasannya nanti datang tanpa prediksi. Sementara orang yang terkena istidraj terus saja terlena dalam kelalaiannya  karena tertipu dengan nikmat yang terus diperolehnya. Ia merasa dirinya aman-aman saja. Dikiranya Allah tidak murka kepadanya. Padahal kadar adzab yang akan ditimpakan kepada dirinya  sedang terus diupgrade. Adzab yang menjadikan kehidupannya kelak hina sehina-hinanya. Di dunia ia kelak terhina, di akhirat apalagi. Sedang pintu taubat sudah Allah tutup baginya sebab kemaksiatannya malampaui batas. Dan Allah memalingkan wajah-Nya dari hamba-hamba-Nya yang melampaui batas.

Tentang Istidraj ini Allah sebutkan dalam Quran Surah Ali Imran ayat 178:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ


Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

Mengerikan sekali bukan?. Allah sengaja tangguhkan adzab bukan karena ingin memberi kesempatan taubat tapi karena Allah ingin menghinakan mereka dengan adzab yang luar biasa. Nau’dzubillaahi min dzalik!

Semoga Allah karuniakan kita hati yang bersih, hati yang lembut, hati yang peka dalam menerima sinyal-sinyal dari-Nya, hati yang cenderung pada kebaikan, hati yang bersegera dalam memohon ampunan.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Wahai Rabb yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami pada agama-Mu

Wa Allahu a’lam bisshowaab.

©rizkipratiwiabdullah

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s